Efisiensi Anggaran Jangan Korbankan Pelayanan Publik
yd
Hai Kalteng - Palangka Raya - Keterbatasan kemampuan keuangan daerah menuntut pemerintah lebih selektif dalam menentukan penggunaan anggaran. Di tengah kondisi tersebut, program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat diminta tetap mendapat perhatian.
Anggota DPRD Kalteng, Sudarsono, mengatakan penyesuaian belanja daerah memang diperlukan seiring tekanan terhadap pendapatan serta berkurangnya transfer dari pemerintah pusat. Namun, kebijakan tersebut hendaknya tidak berujung pada terhambatnya pelayanan kepada masyarakat.
(Baca Juga : Jaga Silaturahmi, Perkuat Harmoni di Tengah Masyarakat)
Menurutnya, sejumlah sektor seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga upaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok tetap membutuhkan dukungan anggaran. Karena itu, pemerintah perlu memilah kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Anggaran yang terbatas harus digunakan lebih cermat. Yang menyangkut kebutuhan masyarakat jangan sampai ikut terhenti hanya karena ada penghematan,” kata Sudarsono, Rabu (15/7).
Ia menjelaskan, efisiensi tidak semata-mata diartikan sebagai pengurangan belanja. Lebih dari itu, pemerintah perlu melihat kembali prioritas setiap program sehingga dana yang tersedia dapat diarahkan pada kegiatan dengan manfaat paling besar.
Sudarsono mengingatkan, pemangkasan anggaran yang tidak disertai perhitungan matang berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan publik. Kondisi tersebut justru dapat menambah persoalan baru di tengah keterbatasan fiskal.
Karena itu, perangkat daerah diminta melakukan penataan program secara lebih kreatif. Keterbatasan anggaran, menurutnya, dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan kegiatan agar lebih efektif.
“Yang penting bukan sekadar berapa besar anggaran yang dipotong, tetapi bagaimana pelayanan tetap terjaga dan program prioritas bisa terus memberi hasil,” pungkasnya.
- Tinggalkan Komentar
Hai Kalteng