DPRD Kalteng

Jalan dan Air Bersih Masih Jadi Catatan dari Kotim-Seruyan

yd
Jalan dan Air Bersih Masih Jadi Catatan dari Kotim-Seruyan
Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Sutik

Hai Kalteng - Palangka Raya - Persoalan dasar yang bersentuhan langsung dengan aktivitas warga masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Dalam kegiatan reses di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan, kondisi jalan serta ketersediaan air bersih menjadi dua persoalan yang banyak disampaikan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Kalteng dari daerah pemilihan (dapil) II, Sutik, mengatakan aspirasi terkait infrastruktur jalan masih cukup dominan disampaikan warga. Sejumlah ruas memang sudah mengalami perbaikan, namun kebutuhan peningkatan akses masih ditemukan di beberapa kawasan permukiman.

(Baca Juga : Ketertiban Lingkungan Dimulai dari Kepedulian Warga)

Menurut Sutik, perbaikan yang dilakukan pemerintah telah memberikan perubahan pada sejumlah ruas yang sebelumnya ramai dikeluhkan masyarakat. Salah satunya akses di kawasan Bagendang yang kini kondisinya jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Kalau melihat kondisi sekarang, jalan di Bagendang sudah diperbaiki dan jauh lebih bagus. Sebelumnya memang sempat menjadi keluhan masyarakat,” kata Sutik saat diwawancarai, Senin (14/9).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalteng yang telah menindaklanjuti kebutuhan masyarakat melalui perbaikan sejumlah akses, termasuk jalan menuju kawasan Samuda.

Meski demikian, Sutik menilai pembenahan infrastruktur masih perlu dilanjutkan. Aspirasi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan ruas jalan utama, tetapi juga menyangkut akses di lingkungan permukiman yang masih membutuhkan perhatian.

Di sisi lain, persoalan air bersih menjadi keluhan lain yang cukup menonjol, terutama di kawasan Samuda dan wilayah sekitarnya. Air yang digunakan masyarakat mulai terasa asin sehingga dikhawatirkan tidak lagi memenuhi kebutuhan sehari-hari secara optimal.

Sutik mengatakan kondisi tersebut dirasakannya secara langsung ketika berada di kawasan tersebut. Air yang tersedia bahkan sudah terasa asin saat digunakan untuk berwudu.

“Di kawasan Samuda dan sekitarnya, masyarakat juga banyak mengeluhkan air bersih. Airnya sudah terasa asin, sehingga kebutuhan air bersih menjadi persoalan,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian pemerintah daerah. Bantuan distribusi air bersih dinilai menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu masyarakat, terutama apabila kondisi sumber air yang tersedia belum memungkinkan untuk digunakan.

Sutik berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat melalui kegiatan reses tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah. Terutama untuk kebutuhan dasar seperti akses jalan dan air bersih yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat setiap hari.