Jelang Idulfitri, Pemprov Kalteng dan Polda Gelar Rakor Operasi Ketupat Telabang 2026
yd
Hai Kalteng - Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama jajaran kepolisian dan instansi terkait menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Telabang 2026 di Aula Arya Dharma Mapolda Kalteng, Palangka Raya, Kamis (5/3/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran.
(Baca Juga : Diskusi Larangan Ekspor CPO Terkait Peraturan Menteri Perdagangan No 22 Tahun 2022)
Dalam sambutannya, Leonard menegaskan bahwa Idulfitri tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga periode meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Idulfitri bukan sekadar ibadah rutin, tetapi momentum meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk mudik maupun berwisata di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meskipun pergerakan masyarakat pada tahun 2026 diprediksi menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seluruh pihak tetap harus meningkatkan kewaspadaan.
“Kita harus mengantisipasi potensi lonjakan pergerakan penumpang pada masa mudik dengan menyiapkan langkah pengamanan dan pelayanan secara optimal,” tegasnya.
Leonard juga menekankan pentingnya sinergi seluruh sektor guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Hilangkan ego sektoral dan pastikan masyarakat yang pulang ke kampung halaman merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik. Kesiapan jalan, stabilitas bahan pokok dan BBM, layanan kesehatan 24 jam di jalur mudik, serta semangat Huma Betang untuk menjaga toleransi dan kerukunan harus dijaga,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan bahwa paradigma Operasi Ketupat harus dipahami secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada arus mudik dan arus balik.
“Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada arus mudik dan balik, tetapi menjadi operasi pelayanan selama bulan suci Ramadan secara menyeluruh,” ujar Iwan.
Menurutnya, pengamanan juga mencakup berbagai kegiatan masyarakat selama Ramadan, seperti pelaksanaan salat tarawih, tadarus, pembagian zakat, hingga pengamanan pusat keramaian dan tempat wisata.
“Kita harus menjamin kekhusyukan ibadah Ramadan, menjaga rumah ibadah, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga memberi perhatian khusus terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas pada periode operasi sebelumnya.
“Saya berharap pada Operasi Ketupat 2026 angka kecelakaan dapat ditekan, bahkan tanpa korban meninggal dunia. Berdasarkan evaluasi Operasi Ketupat 2025, masih terdapat korban fatal akibat kecelakaan lalu lintas, sehingga upaya preventif dan penegakan hukum perlu terus ditingkatkan,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Operasi Polda Kalimantan Tengah Sugeng Riyadi melaporkan bahwa rapat koordinasi lintas sektoral tersebut diikuti oleh 171 peserta dari berbagai unsur.
“Rakor ini diikuti 171 peserta yang terdiri dari pejabat utama, para Kapolres jajaran, serta perwakilan instansi lintas sektoral,” ujarnya.
Sugeng menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan gambaran menyeluruh kepada pimpinan mengenai kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Telabang 2026.
Operasi Ketupat Telabang 2026 direncanakan berlangsung selama 14 hari dengan melibatkan 2.350 personel gabungan, yang terdiri dari 849 personel Polda dan jajaran serta 1.501 personel dari instansi terkait.
Selain itu, sebanyak 24 pos pengamanan, 19 pos pelayanan, dan 14 pos terpadu akan didirikan di berbagai titik strategis guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan, Operasi Ketupat Telabang 2026 diharapkan dapat berjalan tertib dan lancar sehingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kalimantan Tengah berlangsung aman dan kondusif.
- Tinggalkan Komentar
Hai Kalteng