Akses Darat dan Pelabuhan Batanjung Diminta Dikebut Bersamaan
yd
Hai Kalteng - Palangka Raya - Rencana menjadikan Pelabuhan Batanjung sebagai salah satu pusat distribusi komoditas Kalimantan Tengah (Kalteng) membutuhkan kesiapan infrastruktur dari hulu hingga hilir. DPRD Kalteng meminta pembangunan akses menuju kawasan pelabuhan dan fasilitas pelabuhan dipacu secara bersamaan agar tidak terjadi ketimpangan kesiapan.
Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Muhajirin, mengatakan Batanjung memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai pendukung aktivitas logistik daerah. Namun, potensi tersebut tidak akan maksimal apabila konektivitas menuju kawasan pelabuhan belum sepenuhnya tersedia.
(Baca Juga : DPRD Kalteng Soroti Beban Hidup Warga, Aspirasi Harus Berujung Kebijakan)
“Batanjung harus dilihat sebagai satu sistem. Pelabuhan, jalan penghubung dan fasilitas pendukung lainnya harus saling menunjang. Kalau salah satunya belum siap, arus barang juga akan sulit berjalan maksimal,” ujar Muhajirin, Senin (15/6).
Menurut dia, langkah menuju pengembangan kawasan tersebut sebenarnya sudah dimulai. Pemerintah Provinsi Kalteng telah mengerjakan sebagian akses jalan menuju kawasan pelabuhan serta melakukan pembebasan lahan untuk menunjang pembangunan konektivitas.
Perkembangan tersebut perlu dilanjutkan dengan dukungan dari pemerintah pusat. Sebab, pembangunan pelabuhan dengan fungsi strategis membutuhkan pembiayaan dan kebijakan lintas sektor yang tidak seluruhnya dapat ditangani pemerintah daerah.
Muhajirin menilai percepatan Batanjung penting karena Kalteng memiliki sejumlah komoditas unggulan yang membutuhkan jalur angkutan dalam jumlah besar. Selama ini, sebagian pengiriman komoditas masih memanfaatkan pelabuhan yang berada di luar wilayah Kalteng.
“Yang kita kejar bukan hanya berdirinya sebuah pelabuhan, tetapi bagaimana Batanjung benar-benar berfungsi dan bisa digunakan untuk mendukung kegiatan ekonomi Kalteng,” katanya.
Ia menambahkan, kesiapan jalur perairan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan Batanjung. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan sebelumnya, akses perairan menuju kawasan tersebut dinilai memiliki prospek untuk mendukung lalu lintas angkutan komoditas.
Karena itu, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dinilai perlu menyatukan perencanaan pembangunan agar setiap tahapan tidak berjalan sendiri-sendiri. Penyelesaian akses darat, fasilitas pelabuhan serta kebutuhan pendukung lainnya harus diarahkan pada target operasional yang jelas.
Muhajirin berharap pengembangan Batanjung dapat menjadi langkah jangka panjang untuk memperbaiki sistem logistik Kalteng. Dengan tersedianya jalur distribusi yang lebih dekat dengan sumber komoditas, biaya dan waktu pengiriman diharapkan dapat lebih efisien.
Lebih jauh, keberadaan pelabuhan yang berfungsi optimal dapat membuka ruang bagi tumbuhnya kegiatan usaha baru di sekitar kawasan. Dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan sektor perdagangan dan jasa, tetapi juga masyarakat yang terlibat dalam aktivitas ekonomi pendukung.
DPRD Kalteng pun mendorong agar koordinasi dengan kementerian terkait terus diperkuat sehingga kebutuhan pembangunan Batanjung dapat memperoleh dukungan pemerintah pusat dan proses pengembangannya tidak kembali berjalan lambat.
- Tinggalkan Komentar
Hai Kalteng