Desa dan Kelurahan Didorong Jadi Garda Depan Perangi TBC
yd
Hai Kalteng - Palangka Raya - Pemberantasan tuberkulosis (TBC) tidak akan cukup jika hanya bertumpu pada layanan kesehatan. Upaya memutus penularan penyakit tersebut perlu diperkuat dari lingkungan tempat masyarakat tinggal, dengan melibatkan desa dan kelurahan sebagai bagian penting dalam pencegahan maupun penemuan kasus.
Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Agie, mendorong agar Desa dan Kelurahan Siaga TBC terus dikembangkan. Menurut dia, pendekatan berbasis masyarakat dapat membuat upaya pengendalian TBC lebih dekat dengan warga sekaligus mempercepat penanganan ketika ditemukan gejala maupun kasus.
(Baca Juga : BBM Subsidi Cepat Habis, DPRD Soroti Pelangsiran)
“Persoalan TBC ini tidak hanya menjadi tanggung jawab puskesmas atau tenaga kesehatan. Masyarakat di lingkungan masing-masing juga punya peran besar untuk mengenali gejala, mendorong pemeriksaan dan membantu pasien menyelesaikan pengobatannya,” kata Agie, Jumat (3/7).
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi penting karena proses pencegahan berlangsung setiap hari di lingkungan permukiman. Pengetahuan mengenai gejala TBC, cara penularan, serta pentingnya pemeriksaan dapat disampaikan melalui kegiatan yang menyentuh langsung warga.
Keberadaan Desa dan Kelurahan Siaga TBC juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Program tersebut perlu diarahkan untuk mendorong penemuan penderita sedini mungkin sehingga masyarakat yang membutuhkan pengobatan dapat segera mendapat pelayanan kesehatan.
Agie mengatakan, pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan banyak unsur. Kader kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, pengurus RT/RW, tenaga puskesmas serta tokoh masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
“Yang paling penting adalah membangun kepedulian bersama. Kalau lingkungan sudah peka terhadap TBC, masyarakat akan lebih cepat bertindak ketika menemukan warga yang memiliki gejala,” ujarnya.
Ia menilai sejumlah daerah yang telah mulai menerapkan pendekatan serupa dapat menjadi contoh untuk pengembangan program di wilayah lainnya. Penguatan gerakan di tingkat desa dan kelurahan dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pencegahan TBC tidak hanya berlangsung ketika kasus meningkat.
DPRD Kalteng, lanjut Agie, juga akan terus memberikan dukungan terhadap kebijakan dan program kesehatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Dukungan tersebut termasuk mendorong penguatan layanan serta penganggaran yang dapat menunjang peningkatan kualitas kesehatan warga.
Dengan keterlibatan masyarakat sejak tingkat paling bawah, ia berharap penanganan TBC di Kalteng tidak hanya berorientasi pada pengobatan pasien, tetapi juga mampu mencegah munculnya penularan baru.
- Tinggalkan Komentar
Hai Kalteng