DPRD Kalteng

Jaga Generasi Muda dari Jerat Narkoba

yd
Jaga Generasi Muda dari Jerat Narkoba
Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Hero Harapanno Mandouw (tengah). (IST)

Hai Kalteng - Palangka Raya - Upaya memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan terhadap pelaku. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi bagian penting, terutama untuk melindungi generasi muda yang menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap pengaruh lingkungan dan pergaulan.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Hero Harapanno Mandouw, mendorong agar upaya pencegahan narkoba dilakukan secara lebih konsisten melalui keluarga, sekolah hingga lingkungan masyarakat. Menurutnya, pemahaman mengenai bahaya narkoba perlu ditanamkan sebelum anak-anak mengenal atau terpapar penyalahgunaan barang terlarang tersebut.

(Baca Juga : Jalan dan Air Bersih Masih Jadi Catatan dari Kotim-Seruyan)

Hero menilai keluarga memiliki posisi penting dalam membentuk ketahanan anak terhadap pengaruh negatif. Pengawasan orang tua, komunikasi yang terbuka, serta perhatian terhadap lingkungan pergaulan anak perlu diperkuat sebagai langkah awal pencegahan.

“Anak-anak muda harus dibekali pemahaman yang cukup agar mampu mengenali bahaya narkoba dan berani menolak ketika mendapat pengaruh dari lingkungan. Pencegahan seperti ini harus dimulai dari keluarga dan diperkuat di sekolah,” ujarnya, Jumat (31/7).

Ia juga meminta pemerintah daerah tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi yang bersifat seremonial. Edukasi mengenai bahaya narkoba diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh sekolah maupun komunitas kepemudaan.

Menurut Hero, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah pada masa mendatang. Karena itu, menjaga mereka dari penyalahgunaan narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Di sisi lain, pemberantasan terhadap jaringan peredaran narkoba tetap perlu dilakukan secara serius. Penindakan terhadap pengedar dinilai harus berjalan beriringan dengan langkah pencegahan agar upaya memutus peredaran narkoba tidak hanya menyasar dampak, tetapi juga mengurangi ruang bagi jaringan tersebut berkembang.

Hero berharap pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, keluarga, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat dapat mengambil peran masing-masing. Sinergi tersebut dinilai diperlukan agar gerakan pencegahan narkoba dapat berlangsung lebih luas dan tidak hanya muncul ketika kasus sudah terjadi.

“Kalau semua pihak bergerak bersama, anak-anak muda akan memiliki lingkungan yang lebih kuat untuk menjauh dari narkoba. Ini bukan pekerjaan satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.